sumber : Exploring Management (John R. Schernerhorn)

            Menurut riset dari Profesor Harvard Business School, Shikhar Ghosh terhadap 2 ribu startup yang didanai modal ventura, 95% di antaranya memiliki risiko kegagalan. Padahal, perusahaan-perusahaan pemula itu menghimpun setidaknya US$1 juta antara 2004 dan 2010. Angka itu menunjukkan, risiko kegagalan membangun perusahaan rintisan sangat tinggi.

            Tingginya pertumbuhan jumlah bisnis ini didukung oleh pelaku-pelaku bisnis yang saat ini kebanyakan berusia muda atau tergolong generasi masa kini. Namun, kesalahan utama yang sering terjadi adalah miskalkulasi antara cost dan benefit ketika melakukan scalling up bisnis yang mereka jalani.

Berikut merupakan beberapa kesalahan yang sering dilakukan di awal bisnis:

  • Lack of Experience

Kurangnya pengalaman merupakan tantangan terberat bagi pebisnis muda, yang memang tidak memiliki jam terbang tinggi, baik secara kemampuan individu maupun secara target market atau wilayah baru. Namun, dengan adanya trial and error diharapkan seluruh proses kegagalam merupakan pembelajaran yang dapat menjadi pengalaman bagi pelaku bisnis.

  • Lack of Commitment

Kurangnya determinasi dan semangat menjalankan bisnis membuat bisnis yang dimiliki tidak kompetitif dan cenderung tertinggal dari bisnis lainnya, apalagi di pasar yang bergerak sangat cepat seperti fesyen, pangan, dan lainnya.

  • Poor of Financial Control

Terkadang seorang pebisnis terlalu terfokus dan sibuk terhadap proses produksi dan penjualan, namun menyepelekan bagian finansial sebuah perusahaan. Hal ini merupakan kesalahan vital yang sangat sering terjadi. Disinilah seharusnya seorang pebisnis memakai jasa eksternal untuk mengatur dan mengawasi proses finansial dari bisnis yang dijalani.

  • Lack of Strategy and Strategic Leadership

Visi dan misi terkesan kuno dan formalitas, namun sebenarnya, seluruh aktivitas bisnis yang tidak dilandasi oleh visi dan misi tidak akan dapat menciptakan tujuan perusahaan, sehingga nantinya implementasi strategi yang diambil perusahaan tidak dapat mencapai tujuan perusahaan sesungguhnya.

  •  Growing too Fast

Sebuah kondisi dimana perusahaan berkembang sangat cepat bahkan diluar ekspektasi yang dimiliki perusahaan, dimana perusahaan kurang mempersiapkan standar perusahaan secara organisasi, kompetensi, dan strategi kedepannya, sehingga malah gagal untuk bertahan di pasar.

  • Ethical Failure

Kegagalan yang disebabkan oleh percobaan untuk pelanggaran secara etika seperti penggelapan, penipuan, dan lainnya.

  •  Lack of Expertise

Perusahaan tidak memiliki tenaga ahli atau keahlian di beberapa divisi bisnis, seperti keuangan, manajemen, marketing, dan lain-lain. Biasanya perusahaan terlalu sibuk dan berfokus pada salah satu lini saja, sehingga divisi lain terbengkalai.

Beberapa poin diatas merupakan alasan utama kegagalan perusahaan dan bisnis untuk maju dan berkembang. Do you relate some of these mistakes on your business?