
Xing Fu Tang, the newest Boba Drink in town. Sejak grand opening pada tanggal 14 Juni 2019, belum pernah disatu kesempatan pun gerai ini terlihat sepi pengunjung. Fenomena antre 2 hingga 3 jam untuk mencicipi segelas Boba Brown Sugar Milk ini semakin menambah rasa penasaran dari pengunjung.
Is it worth it? No, we’re not going to talk about the Boba. We are talking about the business.
Xing Fu Tang merupakan merek dagang atau brand asal Taiwan, yang baru berdiri kurang lebih dua tahun, namun sudah berhasil memiliki 60 gerai yang tersebar di Taiwan dan kurang lebih 30 gerai yang tersebar di negara lain, seperti Jepang, Kanada, Thailand, dan Indonesia.
Edison Chen, pemuda asal Taiwan yang merupakan founder dari Xing Fu Tang memiliki sejarah dan kenangan tersendiri, di mana Edison kecil sering sekali menikmati brown sugar buatan neneknya, yang hingga kini menjadi aroma dan kenangan ‘manis’ bagi Edison.
Brand Xing Fu Tang sendiri ‘dibawa’ ke Indonesia oleh PT. Pelepas Dahaga Indonesia, yang berlaku sebagai Master Franchisor resmi yang diakui. Hal ini berarti setiap investasi, franchise, peluang kerjasama dan kolaborasi harus melalui PT. Pelepas Dahaga Indonesia. Ibu Vancelia Wiradjaja, selaku direktur dari perusahaan ini, memiliki beberapa pengalaman di bidang industri food and beverages, seperti PT. Panca Pangan Pratama atau yang dikenal sebagai Panties Pizza, dan PT. Perut Kenyang Bahagia yaitu Dum Dum Thai Tea.

Case: Sebelumnya, hitungan ini merupakan prakiraan saja, dan setuju bahwa tidak sedetikpun dari jam kerja toko, berhenti untuk melayani customer. Kami datang dan antri mulai pada pukul 10.30 AM, atau tepat setengah jam setelah mall dibuka. Setelah menunggu sekitar satu-setengah jam, tiba giliran kami untuk memesan, dan tertera pada bon/ struk bahwa kami merupakan antrian nomor 95 (11:43AM)

Dapat disimpulkan, dalam waktu kurang lebih 90 menit, Xing Fu Tang dapat melayani 95 antrian. Dapat dikatakan bahwa tidak ada regulasi yang membatasi pembelian satu pelanggan hanya boleh membeli satu boba. Terlihat bahwa 1 antrian (1 pelanggan) tidak biasanya membeli satu atau dua gelas, namun dapat ditemukan juga customer yang membeli sampai enam gelas Boba. Kami asumsikan mengambil menggunakan modus (nilai yang paling sering keluar) yaitu dua gelas per pelanggan. Hal ini memberikan hasil bahwa dalam kurang lebih 90 menit, Xing Fu Tang dapat menjual 95×2 gelas = 190 gelas.
Banyak sekali varian rasa yang ditawarkan oleh Xing Fu Tang, yang juga ditawarkan dengan harga yang berbeda-beda. Lagi-lagi kami menggunakan modus, yaitu Boba Brown Sugar Milk, dengan harga Rp. 38.000 / gelas.
Dari data-data diatas, kesimpulan analisa prakiraan yang dapat ditarik adalah :
1 hari penjualan (10 jam kerja) = 1.266 gelas. Revenue = sales x quantity = Rp. 38.000 x 1.266 gelas = Rp. 48.108.000,00 / hari.
Sebagai Master Franchisor, Xing Fu Tang memiliki wewenang menjual local franchise kepada perusahaan lain yang berminat untuk bekerjasama dengan Xing Fu Tang. Dengan revenue kurang lebih 1,4 milyar perbulannya, berapa kira-kira franchise fee dari Xing Fu Tang ya?
Recent Comments